Keindahan Islam

September 12th, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/09/10/keindahan-islam/

Keindahan Islam

Fitrah
Allah SWT berfirman di dalam Al Quran:

“Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam” (QS Ali Imran 19)

Islam adalah satu-satunya agama yang diakui kebenaran dan
kesempurnaannya oleh Allah. Islam adalah agama terbaik untuk manusia
yang datang dari Allah. Apakah sama antara sesuatu yang datang dari
Allah dengan sesuatu yang direka oleh manusia? Tentu jauh sekali
perbedaannya.

Allah adalah Tuhan yang menciptakan manusia. Sudah tentu Allah yang
paling mengetahui tentang manusia. Oleh karena itu, agama Allah adalah
agama yang paling lengkap dan paling sesuai dengan fitrah manusia atau
keadaan asal dalam diri manusia. Diri manusia terdiri dari empat unsur,
yaitu fisik, akal, nafsu dan hati. Hati atau ruh manusia dibekali
dengan perasaan bersamaan dengan lahirnya tubuh fisik. Islam itu indah
karena agama Islam sebenarnya sangat sesuai dengan fitrah manusia yaitu
sesuai dengan perasaan hati manusia. Apa yang disetujui oleh hati kita,
itulah yang diperintahkan oleh Allah. Apa yang tidak disetujui oleh
hati kita, itu jugalah yang dilarang oleh Allah. Continue Reading »

Iman dan Persoalannya

September 4th, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/09/03/iman-dan-persoalannya/

Iman dan Persoalannya

Alone
Iman adalah asas penting yang menjadi landasan tempat berdirinya
sebuah pribadi mukmin. Jika kita ibaratkan manusia seperti sebatang
pohon, maka iman adalah akar tunjang untuk pohon itu. Jika manusia
diibaratkan sebuah rumah, maka iman adalah pondasi rumah itu.

Demikianlah pentingnya faktor iman dalam usaha mewujudkan seorang
manusia yang sempurna dan diredhai Allah SWT. Tanpa iman, manusia itu
ibarat pohon yang tidak berakar tunjang atau rumah yang tanpa pondasi.
Maknanya, seseorang yang tidak memiliki iman tidak akan memiliki
kekuatan untuk berhadapan dengan kehidupan. Dia pasti gagal. Sekalipun
ada ciri-ciri keislaman yang terlihat melalui ibadah lahiriah, tetapi
ibadah itu tidak akan berfungsi apa-apa ketika.. Continue Reading »

Pembagian Manusia di Akhirat (I)

August 30th, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/08/30/pembagian-manusia-di-akhirat-i/

Pembagian Manusia di Akhirat (I)

The_endDi dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:

“Setiap yang ada di bumi ini akan binasa dan yang tetap kekal hanyalah Zat Tuhanmu yang Maha Mulia dan Maha Besar.” (QS Ar Rahman 26-27)

“Setiap yang bernyawa akan mengalami mati. (QS Al Anbiya 35)

“Sesungguhnya kematian yang kamu ingin lari darinya itu sungguh-sungguh akan menemui kamu.” (QS Al Jumu’ah 8 )

Demikianlah ketiga ayat di atas memberi pengertian
kepada kita bahwa dunia ini akan berakhir atau mengalami kiamat.
Sebelum dunia ini mengalami kiamat besar yang menjadi akhir dari
segalanya, secara berangsur-angsur dunia ini juga mengalami
kiamat-kiamat kecil. Misalnya pohon yang tumbang terkena badai,
bangunan yang runtuh karena gempa bumi atau makhluk-makhluk Allah yang
musnah karena bencana alam. Continue Reading » 

Pembagian Manusia di Akhirat (II)

August 30th, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/08/30/pembagian-manusia-di-akhirat-ii/

Pembagian Manusia di Akhirat (II)

People2
Setelah alam ini mengalami kiamat besar maka manusia akan
dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Kemudian seluruh
manusia yang begitu banyaknya itu dibariskan oleh Allah dalam 120
barisan untuk menjalani perhitungan dan pembalasan akhirat. Siapa yang
beriman layak mendapatkan syurga dan siapa yang kafir dibalas dengan
neraka.

Mungkin muncul pertanyaan di dalam pikiran kita, di antara 120
barisan itu berapa banyakkah manusia yang mati dalam keadaan beriman?
Sebab di dalam Al Quran, Allah SWT menjelaskan:

“Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS Saba’ 13)

Continue Reading »

Untuk Apa Manusia Hidup?

August 15th, 2007 by easternearth
http://easternearth.wordpress.com/2007/08/15/untuk-apa-manusia-hidup/

Untuk Apa Manusia Hidup?

Index1
Intipati dari ajaran Islam adalah membimbing manusia menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Islam mengajak manusia untuk merenungi satu pertanyaan yang paling mendasar bagi setiap orang, yaitu untuk apa manusia hidup di dunia ini. Pertanyaan ini tentu memerlukan sebuah jawaban yang tepat. Karena jika manusia tidak tepat dalam menjawabnya, maka manusia akan gagal dalam hidupnya. Jika manusia gagal dalam hidupnya di dunia maka manusia juga akan gagal di akhirat kelak.  Continue Reading »

The Secret of Nusantara (II): The Last Stronghold

June 26th, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/06/26/the-secret-of-nusantara-ii-the-last-stronghold/

Keris3Pada abad ke-11 M dimulailah rangkaian konflik antar pemeluk agama yang dikenal sebagai Perang Salib (Crusade Wars). Diawali dengan perintah Paus (Pope) Urbanus II untuk menguasai Yerusalem yang berada dalam wilayah pemerintahan Islam. Gelombang peperangan terus berlangsung selama berabad-abad kemudian dan tahun meluas ke wilayah-wilayah lain. Konflik yang terjadi dalam Perang Salib sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pemeluk agama tersebut karena dalam beberapa seri Perang Salib berikutnya tentara Salib juga terlibat konflik dengan pihak-pihak di luar kaum Muslim yang menjadi lawan utama. Continue Reading »

The Secret of Nusantara (I): Blood of The Prophet

June 11th, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/06/11/the-secret-of-nusantara-i-blood-of-the-prophet/

            Eastindies_2

Kata ‘Nusantara’, berasal dari kata-kata Mahapatih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, dalam sumpahnya yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Bahwa dia tidak akan menikmati kesenangan dunia sebelum seluruh nusantara bersatu. Gajah Mada sendiri adalah sosok yang misterius, tidak diketahui dari mana asal-usulnya, kemudian tampil menjadi orang yang paling berpengaruh dari zaman ke zaman dengan konsep Nusantara-nya dan kemudian menghilang entah ke mana. Continue reading >>
 

Strongest Men on Earth

May 1st, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/05/01/strongest-men-on-earth/

Silhouette3

Saya tumbuh besar dengan menyaksikan realita bahwa di muka bumi ini
senantiasa terjadi pertentangan antar manusia. Sejak dulu hingga saat
ini dan terus akan terjadi di masa yang akan datang. Sepanjang
perjalanan peradaban manusia, konflik tidak dapat dihindari. Sesekali
konflik itu melahirkan usaha-usaha saling menghancurkan antara
pihak-pihak yang berseteru. Puncaknya adalah peperangan dan pertumpahan
darah. Begitulah rupanya kehidupan manusia. Continue Reading »

Kisah Seorang Pemuda Pemberani

May 1st, 2007 by easternearth
http://easternearth.wordpress.com/2007/05/01/kisah-seorang-pemuda-pemberani/

Youth_1“Sesungguhnya Wali-wali Allah itu tidak ada ketakutan pada diri mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus 62)

Suatu ketika Rasulullah SAW menceritakan sebuah kisah kepada para
sahabat. Bahwa di zaman dahulu terdapat seorang raja yang mempunyai
seorang ahli sihir. Ketika ahli sihir telah tua ia berkata kepada raja
itu: “Kini aku telah tua dan mungkin telah dekat ajalku, karena itu
kirimkanlah kepadaku seorang pemuda yang dapat aku ajarkan ilmu sihir
kepadanya” Raja pun mendapatkan seorang pemuda untuk diajarkan
kepadanya ilmu sihir. Maka mulailah pemuda itu mempelajarinya. Continue Reading »

Iran Crisis: The Empire Strikes Back? ..or something else?

April 17th, 2007 by easternearth

http://easternearth.wordpress.com/2007/04/17/iran-crisis-the-empire-strikes-back-or-something-else/

persiangate.jpg

Krisis nuklir Iran mencuri perhatian dunia. Perseteruan Iran dengan
AS dan beberapa negara lain soal pengembangan teknologi nuklir menuai
beragam reaksi. Sebagian pihak menyanjung kesan berani yang dtunjukkan
oleh Iran. Namun, apakah yang sebenarnya terjadi?

Iran, sebuah negara di Teluk Persia. Inilah negara bangsa Persia.
Bangsa Persia memiliki catatan yang cukup panjang dalam sejarah. Dan
sejarah Iran dimulai lebih dari 3000 tahun yang lalu ketika suku bangsa
Arya bermigrasi ke wilayah itu. Inilah cikal bakal bangsa Persia. Dan
ketika itu juga wilayah tersebut mendapatkan namanya yaitu ‘Iran’ yang
berarti ‘Tanah Bangsa Arya’ (‘The Land of The Aryan‘)

Bangsa Persia mencapai kejayaannya sekitar menjelang tahun 500 SM
sebagai sebuah negara adikuasa yang menguasai wilayah Timur dan Barat
yaitu dari kawasan India saat ini sampai ke Laut Tengah dan Afrika
Utara. Tercatat sebagai ‘was the largest empire the world had ever seen’. Imperium ini diasaskan oleh Raja Kûrush (Cyrus the Great), diyakini sebagai sosok legendaris yang disebut sebagai Dzulqarnain (berarti: dua tanduk). Raja Kûrush
berhasil menundukkan serangan bangsa Yunani dari Lydia atas kerajaan
Persia dan juga mengalahkan kerajaan Babilonia sehingga bangsa Israel
di waktu itu terbebas dari penjajahan Babilonia. Sepeninggal Raja
Kûrush imperium ini diwariskan kepada penerusnya.

Puluhan tahun kemudian bangsa Persia melakukan ekspansi ke wilayah
Athena dan Sparta. Namun upaya Persia untuk menundukkan bangsa Yunani
ini menemui kegagalan. Yang pertama di masa pemerintahan Raja
Dârayavahush (Darius) mereka dikalahkan oleh pasukan Athena di Marathon
dan yang kedua di masa pemerintahan Raja Khshayarsha (Xerxes) mereka
dikalahkan di Platea setelah sebelumnya berhasil mengatasi 7000 orang
pasukan penghalang Yunani-Sparta di Thermopylae dan menguasai Athena. (Iran mengkritik film Holywood, ‘300′ (2007), yang dibuat dengan sudut pandang Yunani.) Selanjutnya
perseteruan menjadi lebih stabil sebelum satu abad kemudian wilayah
Persia dikuasai oleh Alexander of Macedonia pada abad ke-4 SM.

theempire.jpg

Kemudian setelah pengaruh Alexander memudar, maka
wilayah ini menjadi rebutan beberapa dinasti sebelum kemudian kembali
ke tangan bangsa Persia dan kembali menjadi sebuah imperium. Saat itu
imperium Romawi telah muncul sebagai kekuatan di Eropa dan Laut Tengah.
Maka perseteruan dua negara adikuasa ini terus belangsung berabad-abad
sampai akhirnya kemunculan Islam di abad ke-7 M menggulung kekuasaan
Romawi dan mengubah bangsa Persia-Majusi menjadi muslim.

Namun, tidak lama kemudian muncul ajaran yang memisahkan diri dari
ajaran Islam yang menjadikan bangsa Persia sebagai media
perkembangbiakkannya. Itulah ajaran Syiah yang meniti di atas semangat
chauvinisme bangsa Arya. Penganut Syiah memuja keluarga dan turunan
Nabi Muhammad namun tidak pada tempatnya. Mereka sangat membanggakan
darah keturunan Sayidina Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad. Mengapa?
Karena satu-satunya keturunan Sayidina Husan yang selamat dari
pembantaian di Karbala adalah Sayidina Ali Zainal Abidin yang ibundanya
adalah seorang putri raja Persia yang masuk Islam kemudian dinikahi
oleh Sayidina Husain. Dengan kata lain, darah
bangsa Arya menyatu dengan darah Rasul-rasul. Artinya, chauvinisme dan
ideologi kebangsaan telah mencampuri kemurnian ajaran Islam.

Ajaran Syiah dirintis oleh Abdullah bin Saba’
seorang Yahudi yang menyatakan diri menjadi muslim di masa Khalifah
Utsman bin Affan. Ajaran ini tidak mendapat tempat di waktu itu dan
bahkan ketika Sayidina Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah berikutnya
Abdullah bin Saba’ diusir dari Madinah. Namun akhirnya ajaran ini terus
bekembang dan akhirnya dapat dikatakan telah menjadi agama yang
tersendiri, terpisah dari Islam salah satunya karena kitab agamanya
yang juga tersendiri, disebut ‘Al Quran’ Fathimiyah.
Kitab ini memuat ayat-ayat satu setengah kali lebih banyak daripada Al
Quran sebenarnya. Dengan kata lain mengatakan bahwa Rasulullah telah
menyembunyikan wahyu-wahyu tertentu untuk disampaikan hanya kepada
keluarga beliau. Artinya, Rasulullah tidak besifat ‘tabligh
atau ‘menyampaikan’. Sedangkan sifat-sifat Allah dan sifat Rasul adalah
prinsip-prinsip paling mendasar dalam Islam. Dengan demikian kita bisa
memahami mengapa seluruh ulama bersuara bulat dalam fatwa mereka bahwa
agama Syiah adalah agama tersendiri dan bukan bagian dari Islam.

Pada perkembangannya agama Syiah ini menjadi agama bangsa yang
menjadi penyokong nasionalisme Iran. Sebagaimana juga bangsa Israel
dengan agama Yahudinya. Berbeda dengan nasionalisme sekuler bangsa
lain, nasionalisme keduanya adalah bagian pilar-pilar keimanan mereka.
Kemiripan keduanya tentu bukan sesuatu yang kebetulan jika melihat akar
kemunculan agama Syiah di tangan seorang Abdullah bin Saba’.

nuclear.jpg

Dan kini nasionalisme Iran tampil ke panggung dunia, membawa
semangat dan keyakinan agama Syiah untuk menyiapkan kedatangan ‘Al
Mahdi’ versi agama Syiah yang mereka tunggu tunggu kedatangannya. Dalam
keimanan agama Syiah ‘Al Mahdi’ ini diyakini akan membawa kemenangan
besar bagi agama Syiah diatas agama-agama lain.

Namun penganut agama Syiah bukan satu-satunya yang menantikan
kedatangan sosok ‘Al Mahdi’. Orang-orang Yahudi juga menantikan ‘Al
Mahdi’-nya untuk menjadikan bangsa Israel sebagai bangsa di atas segala
bangsa. Sedangkan penganut Christianity menantikan kedatangan kembali Jesus ke dunia.

Begitu juga pemeluk agama para Nabi dan Rasul: Islam. Meskipun bukan
bagian dari 6 Rukun (pilar) Iman, namun Islam telah dengan jelas
menyebutkan kedatangan dua pribadi yang dijanjikan: Imamul Mahdi yang
sebenarnya dan Isa bin Maryam Rasulullah yang akan turun kembali,
mengikuti syariat Nabi Muhammad dan menegakkan yang haq di atas yang
batil serta memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah
dipenuhi oleh kezaliman. Siapa benar?

Lebih menarik lagi, dalam eskatologi Islam disebutkan:
“The Dajjal would be followed by seventy thousand Jews of Isfahan wearing Persian shawls…” -Shahih Muslim-

(Isfahan: nama sebuah kota di Iran.)

Dan kini, krisis Iran tidak lagi sesederhana kelihatannya…